Rabu, 14 Januari 2009

SONG LYRIC

JASON MRAZ-U AND IBOTH LOVE

Was it you who spoke the words that things would happen but not to me?
All things are gonna happen naturally
Oh, taking your advice and I'm looking on the bright side
And balancing the whole thing.
Oh, but at often times those words get tangled up in a lines
And the bright light turns to night
Oh, until the dawn it brings
Another day to sing about the magic that was you and me

Cause you and I both loved
What you and I spoke of
And others just read of
Others only read of, of the love
Of the love that I loved

lova lova!

See I'm all about them words
Over numbers, unencumbered numbered words;
Hundreds of pages, pages, pages for words.
More words than I had ever heard, and I feel so alive.
Cause you and I both lovedWhat you and I spoke of
And others just read of
And if you could see me now
Oh, love loveYou and I, You and I
Not so little you and I anymore
And with this silence brings a moral story
More importantly evolving is the glory of a boy
Cause you and I both loved
What you and I spoke of (of, of)
And others just read of
And if you could see me now
Well, then I'm almost finally out ofI'm finally out of
Finally deedeedeedeedeedee
Well I'm almost finally, finally
Well I am freeOh, I'm free
And it's okay if you had to go away
Oh, just remember that telephones
Well, they work out of both ways
But if I never ever hear them ringIf nothing else
I'll think the bells inside
Have finally found you someone else and that's okay
Cause I'll remember everything you sang
Cause you and I both loved
What you and I spoke of (of,)
And others just read ofand if you could see me now
Well, then I'm almost finally out ofI'm finally out of
Finally deedeedeedeedeede
Well I'm almost finally, finallyOut of words

SONG LYRIC

Jason Mraz-I'm Yours

Well, you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but your so hot that I melted
I fell right through the cracks, now I'm tryin to get back
before the cool done run out I'll be givin it my best test
and nothin's gonna stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some
But I won't hesitate no more,
no more, it cannot wait
I'm yours
Well open up your mind and see like me
open up your plans and damn you're free
look into your heart and you'll find love love love love
listen to the music of the moment people dance and sing
We're just one big family
And it's our godforsaken right to be loved loved loved loved loved
So, i won't hesitate no more,
no more, it cannot wait i'm sure
there's no need to complicate our time is short
this is our fate
I'm yours
Scooch on over closer, dear
And I will nibble your ear
I've been spendin' way too long checkin' my tongue in the mirror
and bendin' over backwards just to try to see it clearer
But my breath fogged up the glass
and so I drew a new face and I laughed
I guess what I'd be sayin' is there ain't no better reason
to rid yourself of vanities and just go with the seasons
it's what we aim to do
our name is our virtue
But I won't hesitate no more,
no more it cannot wait
I'm yours
Well open up your mind and see like me
open up your plans and damn you're free
look into your heart and you will find that the sky is yours
so please don't, please don't, please don't,
there's no need to complicate,
Cause our time is short
This, this, this is our fate,
I'm yours

Sabtu, 03 Januari 2009

anak vs penjara

Ketika saya datang mengikuti kunjungan dari kampus ke Lembaga Pemasyarakatan Anak di Kutoarjo, tak terbayangkan kondisi yang ada di lapangan ternyata jauh lebih tragis dari bayangan saya. Sebelum datang ke Lapas Anak itu, saya sudah diberi informasi oleh teman saya mengenai kondisi di sana. Lalu sempat saya baca beberapa artikel tentang Lapas Anak. namun, saat saya lihat sendiri kondisinya memang sangat memprihatinkan. Anak yang pada usianya seharusnya berkembang, harus menjalani kehidupan di penjara.
Kehidupan di penjara dibatasi tembok-tembok besar yang mengurung mereka. Belum lagi pergaulan mereka yang terbatas. Hanya dengan orang-orang itu saja, dan tentunya dengan sesama anak delinkuen. Sehingga sangat mungkin jika mereka memiliki kecenderungan sikap agresif. Keseharian mereka hanya bertemu dengan orang itu-itu saja. Teman-teman mereka sepenjara, para sipir, dan orang-orang Lapas. Mereka memang boleh bertemu dengan orang tua dan sanak saudara, namun waktu yang diberikan untuk mereka bertemu juga terbatas.
Kebebasan anak-anak itu benar-benar sangat terbatas. Tentunya mereka tidak dapat berbuat seperti apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak seusia mereka di luar penjara sana. Penjara penuh aturan yang harus ditaati. Kebebasan yang terbatas ini tentunya juga akan membuat perkembangan diri mereka tidak maksimal.
Belum lagi masalah label penjahat yang mereka terima. Hal ini dapat berpengaruh terhadap konsep diri mereka. Apalagi setelah mereka keluar dari penjara nanti, mereka harus bergabung kembali di masyarakat. mau tidak mau, mereka akan mereasa bahwa dirinya pernah punya label penjahat.
Kondisi semacam ini memang tidak dapat dielekkan dari mereka-mereka pelaku delinkuen yang harus dimasukkan ke dalam penjara anak. namun setidaknya, pemerintah telah berupaya agar mereka tetap bisa berkembang di dalam penjara, meskipun keterbatasan itu pasti ada. Di penjara, anak tetap diberikan pendidikan, baik itu pendidikan formal (sekolah) maupun keterampilan (skill) hidup. Di Lapas Anak, sekolah tetap ada meskipun keterbatasan-keterbatasan itu tetap ada. Keterampilan-keterampilan diberikan kepada anak Lapas agar sekeluarnya anak dari lapas, anak dapat kembali terjun di masyarakat dengan bekal yang cukup sehingga dapat diterima kembali dalam masyarakat.
Usaha-usaha semacam itu bukan berarti mengatasi segala keterbatasan yang dialami anak selama di Lapas. Mungkin keterbatasan-keterbatasn itu bisa membuat mereka lebih menyadari perilaku mereka, sehingga mereka tidak akan mengulangi perbuatan mereka selepas dari penjara nanti.

Masjid Undip,, Kapan jadi??

Sejak saya memulai berjibaku di Universitas Diponegoro ini, saya belum pernah masuk Masjid Universitas Diponegoro. Tiga tahun yang lalu waktu pertama kali saya menginjakkan Tembalang, saya lihat masjid itu sedang dibangun. Lalu pembangunan masjid itu tiba-tiba terhenti entah kenapa. Ada yang bilang masalah dana. Lalu berlanjut lagi. Lalu terhenti lagi. Hanya begitu-begitu saja. Padahal kalau dipikir-pikir uang sumbangan kami selama kuliah tidaklah sedikit. Tapi kenapa tidak jadi-jadi?? Kami mungkin memang tidak tahu dari mana tepatnya sumber dana untuk pembangunan masjid. Tapi setidaknya tidak separah demikian. Bertahun-tahun lamanya Masjid dibangun tapi tetap saja tidak jadi.
Sekarang sudah berupa masjid. Tapi saya juga tidak tahu apakah di dalamnya sudah klayak pakai atau belum. Lalu kapan masjid bisa dipakai? Apakah sebelum saya lulus saya akan merasakan ibadah di masjid tersebut?